Berapa Biaya Packing per Produk? Begini Cara Menghitungnya untuk UMKM Bali

28 September 2026 | 11:07 WIB
Artikel oleh : Powerpack Indonesia

Mesin powerpack

Bagi UMKM makanan di Bali, biaya produksi tidak berhenti di bahan baku. Ada juga biaya kemasan, tenaga kerja, listrik, sampai proses packing sebelum produk siap dijual.

Kalau jumlah produksi sudah semakin banyak, biaya kecil dalam satu kemasan bisa ikut memengaruhi keuntungan. Karena itu, menghitung biaya packaging per produk penting dilakukan agar pelaku usaha tahu berapa sebenarnya biaya yang dikeluarkan untuk setiap produk.

Apa Saja yang Masuk Biaya Packaging?

Sebelum menghitung, pisahkan dulu komponen biaya yang berhubungan dengan proses packaging.

Beberapa biaya yang bisa diperhitungkan antara lain:

  • Kemasan utama
  • Tutup atau bagian penutup kemasan
  • Label dan stiker
  • Material tambahan untuk packaging
  • Tenaga kerja bagian packing
  • Listrik atau biaya operasional mesin
  • Biaya perawatan mesin

Tidak semua usaha memiliki komponen biaya yang sama. Produk sambal, frozen food, oleh-oleh, makanan kering, atau produk cair bisa membutuhkan jenis kemasan yang berbeda.

Hitung Biaya Kemasan per Produk

Cara paling sederhana adalah menghitung total biaya kemasan kemudian membaginya dengan jumlah produk yang berhasil dikemas.

Misalnya UMKM di Bali membeli kemasan sebanyak 1.000 pcs dengan total biaya Rp2.000.000.

Maka biaya kemasannya:

Rp2.000.000 ÷ 1.000 pcs = Rp2.000 per produk

Namun, angka tersebut baru biaya kemasan. Jika masih ada label, tenaga kerja, atau biaya penggunaan mesin, komponen tersebut perlu ditambahkan.

Jangan Lupa Biaya Tenaga Kerja

Proses packing manual sering terlihat tidak membutuhkan biaya besar karena tidak ada mesin yang digunakan. Padahal, waktu tenaga kerja tetap memiliki nilai.

Misalnya satu orang membutuhkan waktu beberapa jam setiap hari hanya untuk mengisi, menutup, dan merapikan kemasan.

Agar lebih mudah dihitung, tentukan total biaya tenaga kerja untuk proses packaging dalam satu periode. Setelah itu, bagi dengan jumlah produk yang dikemas pada periode yang sama.

Dengan cara ini, UMKM bisa mengetahui berapa biaya tenaga kerja yang sebenarnya masuk ke setiap produk.

Bagaimana dengan Biaya Mesin Packaging?

Jika usaha sudah menggunakan mesin packaging, biaya penggunaannya juga bisa diperhitungkan.

Tidak berarti harga mesin langsung dibebankan seluruhnya ke satu produk. Biaya investasi mesin dapat dihitung secara bertahap sesuai masa penggunaan yang direncanakan, kemudian dibandingkan dengan jumlah produk yang dikemas.

Selain itu, perhitungkan juga penggunaan listrik dan perawatan mesin jika memang relevan.

Contohnya, semakin banyak produk yang bisa diproses dengan mesin dalam periode tertentu, biaya penggunaan mesin per produk dapat menjadi lebih kecil karena biaya tersebut tersebar ke lebih banyak produk.

Bandingkan Packing Manual dan Menggunakan Mesin

Perhitungan biaya packaging juga bisa digunakan untuk melihat perbedaan antara proses manual dan penggunaan mesin.

Packing manual mungkin tidak membutuhkan investasi mesin, tetapi membutuhkan lebih banyak waktu dan tenaga ketika jumlah produksi meningkat.

Sementara itu, mesin membutuhkan investasi di awal, tetapi dapat membantu menangani proses packaging secara lebih teratur sesuai kapasitasnya.

Karena itu, jangan hanya membandingkan harga mesin dengan biaya packing manual. Bandingkan juga waktu kerja, jumlah produk yang bisa dikemas, kebutuhan tenaga kerja, dan target produksi.

Contoh Perhitungan Sederhana

Misalnya sebuah UMKM makanan di Bali dalam satu bulan mengemas 5.000 produk.

Biaya yang dikeluarkan:

  • Kemasan: Rp10.000.000
  • Label: Rp1.500.000
  • Tenaga kerja packing: Rp3.000.000
  • Biaya operasional mesin: Rp500.000

Total biaya packaging:

Rp15.000.000

Maka biaya packaging per produk:

Rp15.000.000 ÷ 5.000 produk = Rp3.000 per produk

Dari angka ini, pemilik usaha bisa melihat seberapa besar packaging berkontribusi terhadap biaya setiap produk.

Kenapa Perhitungan Ini Penting untuk UMKM Bali?

UMKM Bali memiliki banyak jenis produk yang dipasarkan bukan hanya secara langsung, tetapi juga melalui toko, reseller, marketplace, hingga pengiriman ke luar daerah.

Ketika distribusi semakin luas, jumlah produk yang harus dikemas juga bisa meningkat. Tanpa perhitungan yang jelas, biaya packaging bisa sulit dikontrol.

Dengan mengetahui biaya per produk, pemilik usaha dapat mengevaluasi harga jual, penggunaan tenaga kerja, jenis kemasan, sampai kebutuhan mesin packaging.

Gunakan Angka untuk Mengevaluasi Efisiensi

Tujuan menghitung biaya packing bukan sekadar mengetahui berapa rupiah yang dikeluarkan. Angka tersebut bisa menjadi dasar untuk mengevaluasi proses packaging.

Kalau biaya tenaga kerja terlalu besar karena proses masih manual, misalnya, pemilik usaha bisa mulai mempertimbangkan penggunaan mesin. Jika biaya kemasan terlalu tinggi, jenis atau pemasok kemasan juga bisa dievaluasi.

Jadi, sebelum memutuskan perubahan pada proses packaging, hitung dulu kondisi sebenarnya. Dari sana, UMKM bisa melihat bagian mana yang paling banyak menyerap biaya dan menentukan langkah berikutnya dengan lebih terukur.

Untuk melihat pilihan mesin packaging yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan produksi, kunjungi Website Resmi POWERPACK.

BALI

Jl. Gatot Subroto Tim. No.36A, Kesiman Kertalangu, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239

(021) 2951 4991

0812-1323-9988

Hai! Selamat datang di website POWERPACK!

Pomin siap membantu Anda. Jangan ragu untuk memberi tahu Pomin kebutuhan kamu.

Hello! What can I do for you?
×
Hubungi Kami