Packing manual masih sangat wajar untuk usaha makanan yang baru mulai. Jumlah produk belum banyak dan proses pengemasan masih bisa ditangani oleh beberapa orang.
Masalah biasanya mulai terasa ketika jumlah produk bertambah.
Kemasan yang harus diselesaikan semakin banyak, waktu packing semakin panjang, dan tenaga kerja mulai kewalahan mengejar produksi.
Kalau sudah seperti ini, mungkin sudah waktunya mempertimbangkan beralih ke mesin packing Bangka Belitung.
Packing Manual Tidak Selalu Jadi Masalah
Menggunakan cara manual bukan berarti proses packing usaha kurang baik.
Untuk produksi dalam jumlah kecil, packing manual justru bisa lebih praktis karena tidak membutuhkan investasi mesin.
Yang perlu diperhatikan adalah apakah cara tersebut masih mampu mengikuti kebutuhan produksi.
Selama target masih tercapai dan proses berjalan lancar, tidak ada alasan untuk buru-buru mengganti sistem packing.
Kapan Packing Mulai Terasa Berat?
Ada beberapa tanda yang bisa diperhatikan.
Salah satunya adalah waktu packing mulai terlalu panjang dibandingkan proses produksi lainnya.
Produk sudah selesai dibuat, tetapi masih menumpuk karena belum selesai dikemas.
Tanda lainnya adalah tenaga kerja harus terus fokus pada pekerjaan yang sama sepanjang hari hanya untuk mengejar jumlah kemasan.
Jika kondisi seperti ini mulai sering terjadi, proses packing layak dievaluasi.
Hitung Jumlah Kemasan yang Harus Diselesaikan
Sebelum mencari mesin packaging, coba hitung berapa banyak produk yang harus dikemas setiap hari.
Kemudian bandingkan dengan kemampuan proses packing manual saat ini.
Misalnya, produksi terus meningkat tetapi jumlah kemasan yang bisa diselesaikan per jam tidak banyak berubah. Artinya, kebutuhan waktu packing akan ikut meningkat.
Data sederhana ini bisa membantu menentukan apakah usaha memang sudah membutuhkan bantuan mesin atau masih cukup dengan sistem manual.
Tidak Semua Proses Harus Langsung Menggunakan Mesin
Beralih ke mesin packing tidak berarti seluruh proses harus langsung otomatis.
Justru lebih baik melihat bagian mana yang paling banyak memakan waktu.
Bisa saja pengisian produk masih berjalan lancar, tetapi proses penutupan kemasan terlalu lama. Atau produk sudah siap, tetapi proses memasukkan dan menutup kemasan menjadi titik yang membuat pekerjaan menumpuk.
Dari situ, kebutuhan mesin pengemas bisa ditentukan lebih spesifik.
Sesuaikan Mesin dengan Produk
Jenis produk dan bentuk kemasan juga menentukan pilihan mesin.
Produk makanan kering, bubuk, cair, maupun produk dengan bentuk kemasan berbeda tentu memiliki kebutuhan packaging yang tidak selalu sama.
Karena itu, jangan memilih mesin hanya karena kapasitasnya terlihat besar.
Perhatikan jenis produk, ukuran kemasan, proses yang ingin dibantu, jumlah produksi, dan ruang yang tersedia.
Dengan begitu, pilihan mesin POWERPACK bisa lebih sesuai dengan kondisi usaha.
Jangan Tunggu Sampai Packing Benar-Benar Kewalahan
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah baru mencari mesin ketika proses packing sudah benar-benar tidak mampu mengejar produksi.
Padahal, evaluasi bisa dilakukan lebih awal.
Kalau jumlah produk mulai meningkat dan waktu packing terus bertambah, mulai catat kapasitas kerja saat ini.
Dari sana, usaha bisa memperkirakan kapan sistem manual mulai tidak lagi efisien.
Kenali Pilihan Mesin Packaging di Jakarta
Bagi pelaku usaha di Bangka Belitung yang sedang mempertimbangkan beralih ke mesin packing Bangka Belitung, pilihan mesin packaging POWERPACK dapat dikenali melalui showroom POWERPACK Jakarta.
Sebelum menentukan mesin, siapkan data mengenai produk, jenis kemasan, jumlah produksi harian, serta proses packing yang paling banyak menyita waktu.
Dengan informasi tersebut, pilihan mesin pengemas dapat disesuaikan dengan kebutuhan usaha, bukan sekadar mengikuti tren.
Untuk mengenal pilihan mesin packaging POWERPACK dan menentukan mesin yang sesuai dengan proses pengemasan usaha, kunjungi Website Resmi POWERPACK
Lokasi
Jl. Kamal Muara VII, Sentra Industri Terpadu Tahap III, Blok H No. 6, Pantai Indah Kapuk, Penjaringan, Jakarta Utara – 14470