Kopi Biji Mulai Banyak Pesanan? Ini yang Perlu Disiapkan dari Packaging

16 September 2026 | 09:57 WIB
Artikel oleh : Powerpack Indonesia

Kopi Kintamani Bali

Pesanan kopi biji mulai meningkat? Produksi roastery sudah siap, tapi proses packing masih dilakukan satu per satu?

Saat jumlah pesanan masih sedikit, cara manual mungkin tidak terlalu terasa. Namun, ketika jumlah kemasan yang harus disiapkan semakin banyak, proses packaging bisa mulai memakan waktu.

Karena itu, packaging kopi biji Bali perlu dipersiapkan sejak jumlah produksi mulai berkembang.

Tentukan Ukuran Kopi per Kemasan

Sebelum memilih mesin packaging, tentukan dulu ukuran produk yang akan dijual.

Misalnya kopi biji dikemas dalam ukuran 100 gram, 250 gram, 500 gram, atau 1 kilogram.

Ukuran tersebut akan menentukan berapa banyak kemasan yang harus diproses setiap hari.

Selain itu, pastikan ukuran kemasan sudah sesuai dengan jumlah kopi yang akan dimasukkan agar proses packing lebih mudah dilakukan.

Perhatikan Jenis Kemasan

Kopi biji membutuhkan kemasan yang sesuai dengan produk dan cara distribusinya.

Tentukan bentuk kemasan, material yang digunakan, ukuran, serta metode penutupannya.

Kalau kopi mulai dikirim ke luar Bali, toko, reseller, atau pelanggan online, kemasan juga perlu mampu mengikuti proses penanganan selama distribusi.

Jadi, jangan hanya memilih kemasan karena tampilannya menarik. Perhatikan juga bagaimana kemasan tersebut akan digunakan dalam proses produksi sehari-hari.

Hitung Jumlah Kemasan per Hari

Salah satu hal penting dalam menyiapkan packaging roastery adalah menghitung jumlah unit yang harus dikemas.

Misalnya roastery menghasilkan 30 kg kopi biji per hari.

Jika dikemas dalam ukuran 250 gram, berarti ada sekitar 120 kemasan yang harus disiapkan.

Jumlah tersebut tentu berbeda jika menggunakan ukuran 500 gram.

Semakin banyak unit yang harus dikemas, semakin penting menghitung waktu yang dibutuhkan untuk proses penimbangan, pengisian, dan sealing.

Pengisian Manual Mulai Memakan Waktu?

Pada tahap awal, kopi biji bisa saja ditimbang dan dimasukkan ke kemasan secara manual.

Namun, ketika jumlah pesanan meningkat, proses tersebut bisa menjadi pekerjaan yang cukup berulang.

Kalau sebagian besar waktu kerja mulai terserap untuk menimbang dan mengisi kemasan, roastery bisa mulai mempertimbangkan mesin packing kopi.

Pemilihan mesin tetap perlu disesuaikan dengan berat per kemasan, jumlah produksi, dan sistem kerja yang digunakan.

Jangan Lupakan Sealing

Setelah kopi masuk ke dalam kemasan, proses berikutnya adalah sealing.

Kalau sealing dilakukan satu per satu, waktu pengerjaan juga akan bertambah seiring meningkatnya jumlah kemasan.

Penggunaan mesin sealer dapat membantu proses penutupan kemasan agar lebih teratur dan konsisten.

Namun, jenis sealer tetap harus disesuaikan dengan material dan bentuk kemasan yang digunakan.

Packaging Harus Mengikuti Pertumbuhan Roastery

Ketika pesanan bertambah, jangan hanya melihat kemampuan roasting.

Coba lihat seluruh alurnya:

Roasting → pendinginan → penimbangan → pengisian → sealing → penyimpanan → pengiriman

Kalau roasting mampu menghasilkan banyak kopi tetapi proses packaging masih lambat, bagian packing bisa menjadi bottleneck.

Karena itu, kapasitas packaging sebaiknya mulai dihitung bersamaan dengan kapasitas produksi.

Kapan Perlu Menggunakan Mesin?

Tidak ada angka produksi tertentu yang menjadi patokan wajib.

Mesin packaging dapat mulai dipertimbangkan ketika:

  • Pesanan kopi biji terus meningkat.
  • Jumlah kemasan yang diproses semakin banyak.
  • Penimbangan dan pengisian manual membutuhkan waktu lama.
  • Sealing dilakukan berulang kali setiap hari.
  • Tenaga kerja banyak tersita untuk packaging.
  • Proses packing mulai menghambat pengiriman.

Kalau kebutuhan masih sedikit dan sistem manual masih mampu menyelesaikan pesanan tepat waktu, belum tentu harus langsung menggunakan mesin.

Pilih Mesin Sesuai Kebutuhan Produksi

Jangan langsung memilih mesin pengemas kopi dengan kapasitas terbesar.

Hitung dulu jumlah kemasan per hari, berat isi setiap kemasan, jenis kemasan, serta waktu yang tersedia untuk melakukan packaging.

Dari sana, baru tentukan sistem yang paling sesuai. Jika kebutuhan utama ada pada sealing, mesin sealer bisa menjadi salah satu pilihan. Jika proses pengisian juga mulai menjadi hambatan, kebutuhan mesin tentu bisa berbeda.

Kesimpulan

Ketika pesanan kopi biji mulai meningkat, packaging perlu dipersiapkan agar tidak menjadi bagian yang memperlambat produksi roastery.

Mulai dari menentukan ukuran kemasan, menghitung jumlah unit per hari, mengevaluasi proses pengisian, hingga memastikan sealing dapat mengikuti jumlah produksi.

Tidak harus langsung menggunakan sistem otomatis. Yang penting, kapasitas packaging kopi biji Bali mampu mengikuti kebutuhan produksi dan distribusi.

Untuk melihat pilihan mesin packaging yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan roastery dan produk kopi, kunjungi POWERPACK:

https://powerpack.co.id/

Hai! Selamat datang di website POWERPACK!

Pomin siap membantu Anda. Jangan ragu untuk memberi tahu Pomin kebutuhan kamu.

Hello! What can I do for you?
×
Hubungi Kami