Order Kopi Naik, Tapi Packing Masih Lama?
Kopi bubuk dari Bali punya pasar yang cukup luas. Bukan cuma dibeli wisatawan, tapi juga mulai dipesan pelanggan dari berbagai daerah.
Saat order masih sedikit, packing manual mungkin masih bisa dilakukan.
Masalahnya mulai terasa ketika pesanan datang lebih banyak. Produksi kopi sudah selesai, tetapi proses memasukkan kopi ke kemasan, menutup kemasan, sampai memastikan setiap kemasan siap jual justru memakan banyak waktu.
Kalau kondisi ini terus terjadi, proses packing bisa menjadi titik yang memperlambat produksi.
Kopi Bubuk Perlu Dikemas dengan Proses yang Konsisten
Dalam packaging kopi, bukan cuma soal memasukkan kopi ke dalam kemasan.
Jumlah isi setiap kemasan juga perlu diperhatikan agar hasilnya lebih seragam. Proses penutupan kemasan pun harus dilakukan dengan baik supaya produk siap disimpan dan didistribusikan.
Ketika jumlah produksi masih kecil, pengecekan satu per satu mungkin tidak terlalu terasa.
Namun ketika jumlah kemasan yang harus disiapkan sudah ratusan atau lebih, pekerjaan manual bisa membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup banyak.
Kapan Mesin Packing Kopi Mulai Dibutuhkan?
Tidak semua usaha kopi harus langsung menggunakan mesin.
Coba lihat dulu proses yang paling banyak menghabiskan waktu.
Apakah proses menakar kopi?
Apakah memasukkan kopi ke kemasan?
Atau justru proses menutup kemasannya?
Kalau salah satu tahapan tersebut sudah mulai menghambat produksi, penggunaan mesin packing kopi bubuk Bali bisa mulai dipertimbangkan.
Mesin dapat membantu membuat proses pengemasan lebih terstruktur dan hasilnya lebih konsisten sesuai dengan jenis produk serta kemasan yang digunakan.
Bagaimana dengan Mesin Sachet Kopi?
Kalau kopi bubuk dijual dalam ukuran sachet, kebutuhan mesinnya tentu berbeda dengan produk kopi dalam kemasan yang lebih besar.
Penggunaan mesin sachet kopi perlu disesuaikan dengan ukuran isi, jenis material kemasan, target produksi, dan bentuk sachet yang digunakan.
Jadi, jangan hanya melihat kecepatan mesin.
Yang lebih penting adalah apakah mesin tersebut memang sesuai dengan kebutuhan produksi kopi yang sedang dijalankan.
Hitung Kapasitas Sebelum Memilih Mesin
Sebelum membeli mesin packaging, coba hitung dulu kebutuhan produksi harian.
Misalnya, berapa kemasan kopi yang harus selesai dalam satu hari? Berapa banyak waktu yang sekarang dihabiskan untuk packing? Apakah jumlah pesanan diperkirakan terus meningkat?
Dari sini, kebutuhan mesin akan lebih mudah ditentukan.
Kalau produksi masih bertahap, tidak harus langsung memilih mesin dengan kapasitas paling besar. Pilih berdasarkan kebutuhan saat ini sekaligus pertimbangkan perkembangan produksi ke depannya.
Kopi Bali Siap Dikirim, Packing Jangan Jadi Penghambat
Kopi bubuk yang sudah diproduksi dengan baik tetap perlu didukung proses packaging yang sesuai.
Apalagi kalau produk kopi dari Bali mulai dikirim ke luar daerah dan jumlah pesanannya semakin banyak.
Sebelum memilih mesin, pastikan sudah mengetahui jenis kopi, ukuran kemasan, target produksi, dan proses mana yang paling membutuhkan bantuan mesin.
Untuk melihat pilihan mesin packaging yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan produk dan kapasitas produksi, kamu bisa melihat Website Resmi POWERPACK.
Alamat Showroom Bali
FOMAC & POWERPACK
Jl. Gatot Subroto Tim. No.36A, Kesiman Kertalangu, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239
Telepon: (021) 2951 4991
WhatsApp: 0812-1323-9988