Produk bumbu Bali seperti sambal, bumbu cair, dan saus membutuhkan proses pengemasan yang lebih diperhatikan. Salah satu masalah yang cukup mengganggu adalah kemasan yang bocor setelah proses packing.
Kebocoran tidak selalu disebabkan oleh kemasannya. Proses pengisian, kondisi area sealing, hingga metode penutupan juga bisa menjadi penyebab.
Cek Takaran Saat Pengisian
Salah satu hal pertama yang perlu diperiksa adalah jumlah produk yang masuk ke dalam kemasan.
Jika kemasan diisi terlalu penuh, ruang untuk proses penutupan menjadi lebih sedikit. Produk juga berpotensi mengenai bagian yang seharusnya digunakan untuk sealing.
Karena itu, volume pengisian perlu dibuat konsisten dan disesuaikan dengan ukuran kemasan.
Pastikan Area Sealing Bersih
Untuk produk cair atau semi-cair, sisa bumbu yang menempel pada bagian mulut atau area sealing dapat mengganggu proses penutupan.
Sebelum kemasan ditutup, pastikan area yang akan disegel berada dalam kondisi yang sesuai. Sealing yang kurang sempurna dapat meningkatkan risiko kebocoran ketika produk dipindahkan atau didistribusikan.
Perhatikan Jenis Kemasan
Tidak semua jenis kemasan cocok untuk setiap produk bumbu.
Bumbu cair, sambal yang lebih kental, maupun produk dengan potongan bahan dapat memiliki kebutuhan pengemasan yang berbeda. Ukuran kemasan, material, dan metode penutupannya perlu disesuaikan dengan karakter produk.
Jadi, jangan menentukan kemasan hanya berdasarkan tampilannya.
Cek Proses Filling dan Sealing
Kebocoran juga bisa berkaitan dengan alur kerja antara filling dan sealing.
Contoh alur sederhananya:
Produk siap → filling sesuai takaran → cek area kemasan → sealing/capping → pengecekan kebocoran → penyimpanan atau distribusi.
Dengan alur yang jelas, masalah pada setiap tahap lebih mudah ditemukan dan diperbaiki.
POWERPACK menyediakan kategori mesin filling liquid, automatic filling, filling & sealing sachet, serta berbagai mesin sealer yang dapat dipilih berdasarkan kebutuhan proses packaging.
Kalau Produksi Makin Banyak, Proses Manual Perlu Dievaluasi
Pada produksi skala kecil, pengisian dan penutupan kemasan secara manual masih mungkin dilakukan. Namun, ketika jumlah produksi meningkat, konsistensi proses menjadi semakin penting.
Jika volume pengisian sering berbeda atau proses sealing membutuhkan waktu terlalu lama, sudah saatnya mengevaluasi bagian mana yang perlu dibantu dengan mesin.
Tidak harus langsung menggunakan sistem otomatis. Mesin dapat dipilih berdasarkan proses yang paling sering menjadi kendala.
Jangan Biarkan Kemasan Bocor Mengganggu Penjualan
Produk bumbu Bali yang sudah siap dipasarkan tentu perlu didukung packaging yang baik. Kemasan yang bocor bukan hanya membuat produk kurang rapi, tetapi juga dapat mengganggu proses penyimpanan dan distribusi.
Karena itu, periksa kembali mulai dari takaran filling, jenis kemasan, kebersihan area sealing, hingga metode penutupan.
Jika produksi mulai meningkat, penggunaan mesin pengemas bumbu dapat dipertimbangkan untuk membantu membuat proses packaging lebih teratur dan konsisten.
Kunjungi POWERPACK untuk melihat pilihan mesin packaging: