Pesanan Naik, Tapi Proses Packing Masih Manual?
Bisnis oleh-oleh di Bali punya pasar yang cukup luas. Produk seperti pie susu, kopi, keripik, kacang, cokelat, hingga berbagai makanan khas Bali banyak dibeli untuk dibawa pulang wisatawan.
Masalahnya mulai muncul ketika jumlah pesanan ikut meningkat.
Awalnya, packing puluhan sampai ratusan produk secara manual mungkin masih bisa dilakukan. Tapi kalau pesanan sudah datang dalam jumlah besar, proses pengemasan bisa menjadi salah satu bagian yang paling memakan waktu.
Tim produksi sudah selesai membuat produk, tetapi barang masih harus ditimbang, dimasukkan ke kemasan, ditutup, disegel, atau dibungkus satu per satu.
Produk sudah siap jual, tapi packaging malah bikin pesanan tertunda.
Masalah Packaging yang Sering Muncul Saat Pesanan Mulai Banyak
Ketika produksi oleh-oleh Bali semakin besar, beberapa masalah packaging biasanya mulai terasa.
1. Waktu Packing Semakin Lama
Semakin banyak produk yang harus dikemas, semakin banyak pula waktu yang dibutuhkan jika semuanya dilakukan manual.
Dalam kondisi ramai, tenaga kerja akhirnya lebih banyak digunakan untuk packing dibandingkan pekerjaan lain yang sebenarnya bisa dikerjakan secara lebih efisien.
2. Hasil Kemasan Kurang Konsisten
Kalau pengemasan dilakukan oleh beberapa orang sekaligus, hasilnya bisa berbeda-beda.
Ada kemasan yang terlalu longgar, ada yang kurang rapi, atau posisi segelnya tidak sama. Hal seperti ini mungkin terlihat kecil, tetapi cukup berpengaruh ketika produk dipajang di toko oleh-oleh atau dikirim dalam jumlah banyak.
3. Pesanan Besar Jadi Sulit Dikejar
Bayangkan ada pesanan ratusan atau ribuan produk dari toko oleh-oleh, distributor, atau pelanggan dalam jumlah besar.
Kalau kemampuan packing masih mengandalkan proses manual, kapasitas produksi bisa ikut tertahan.
Bukan karena produknya tidak bisa dibuat, tetapi karena produk yang sudah jadi belum selesai dikemas.
Kapan Usaha Oleh-Oleh Bali Mulai Butuh Mesin Packaging?
Tidak harus menunggu usaha menjadi perusahaan besar.
Kalau mulai mengalami kondisi seperti:
- Pesanan meningkat tetapi proses packing semakin lama.
- Karyawan terlalu banyak menghabiskan waktu untuk pengemasan.
- Hasil kemasan ingin dibuat lebih seragam.
- Mulai menerima pesanan dalam jumlah besar.
- Produk akan masuk ke lebih banyak toko atau jaringan penjualan.
- Produksi ingin ditingkatkan tanpa menambah proses manual terlalu banyak.
Itu bisa menjadi tanda bahwa proses packaging perlu mulai diperhatikan.
Mesin Packaging Bisa Disesuaikan dengan Produknya
Tidak semua produk oleh-oleh Bali membutuhkan jenis mesin pengemas yang sama.
Produk makanan kering, bubuk, cair, maupun produk yang membutuhkan proses wrapping memiliki kebutuhan pengemasan yang berbeda.
Karena itu, sebelum membeli mesin, penting untuk melihat jenis produk, ukuran kemasan, kapasitas produksi, dan proses packaging yang ingin dibuat lebih cepat.
POWERPACK sendiri menyediakan berbagai jenis mesin pengemas, mulai dari mesin sealer, vacuum, filling, shrink, strapping, hingga mesin pengemasan lainnya yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan usaha.
Jangan Tunggu Packaging Jadi Hambatan Produksi
Bagi pelaku usaha oleh-oleh di Bali, peningkatan pesanan tentu menjadi hal yang bagus. Tapi pertumbuhan produksi juga harus diikuti dengan kesiapan proses pengemasan.
Jangan sampai produksi sudah mampu menghasilkan banyak produk, tetapi bagian packaging masih menjadi titik yang paling lambat.
Dengan memilih mesin packaging Bali yang sesuai kebutuhan, proses pengemasan dapat dibuat lebih teratur dan efisien. POWERPACK juga menyediakan konsultasi, dukungan teknis, suku cadang, garansi, dan layanan purna jual untuk mendukung penggunaan mesin pengemas.
Kalau bisnis oleh-oleh Bali kamu mulai menghadapi masalah di bagian packaging, saatnya lihat pilihan mesin pengemas POWERPACK di website resmi POWERPACK.
Kesimpulan
Pesanan oleh-oleh Bali yang semakin banyak memang menjadi peluang bagus untuk mengembangkan usaha. Namun, jangan sampai proses packaging justru menjadi penghambat ketika produksi mulai meningkat.
Mulai dari waktu packing yang terlalu lama, hasil kemasan yang tidak konsisten, sampai kesulitan mengejar pesanan dalam jumlah besar, semuanya perlu diperhitungkan sejak awal.
Produksi sudah naik? Pastikan kemampuan packaging ikut naik.